Contoh soal pkn smp kelas 9 semester 1


admin Avatar
Contoh soal pkn smp kelas 9 semester 1

Berikut adalah artikel tentang contoh soal PKN SMP Kelas 9 Semester 1 dengan perkiraan 1.200 kata, disajikan dengan outline yang jelas, spasi yang diperhatikan, dan output tulisan yang rapi.

Memahami Konsep PKN SMP Kelas 9 Semester 1

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kelas 9 Semester 1 merupakan tahap krusial dalam pembentukan karakter dan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai kebangsaan, hukum, serta sistem pemerintahan Indonesia. Materi yang disajikan pada semester ini cenderung lebih mendalam dan kompleks dibandingkan semester sebelumnya, menuntut siswa untuk tidak hanya menghafal, tetapi juga mampu menganalisis, menginterpretasikan, dan mengaitkan konsep-konsep yang dipelajari dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Artikel ini akan mengulas secara rinci beberapa contoh soal yang sering dijumpai dalam ujian PKN SMP Kelas 9 Semester 1. Pembahasan akan mencakup berbagai topik penting, disertai dengan penjelasan singkat mengenai konsep dasar yang mendasarinya. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran yang jelas kepada siswa, guru, maupun orang tua mengenai jenis-jenis pertanyaan yang mungkin dihadapi, serta strategi untuk menjawabnya dengan tepat.



<p>Berikut adalah artikel tentang contoh soal PKN SMP Kelas 9 Semester 1 dengan perkiraan 1.200 kata, disajikan dengan outline yang jelas, spasi yang diperhatikan, dan output tulisan yang rapi.</p>
<p>” title=”</p>
<p>Berikut adalah artikel tentang contoh soal PKN SMP Kelas 9 Semester 1 dengan perkiraan 1.200 kata, disajikan dengan outline yang jelas, spasi yang diperhatikan, dan output tulisan yang rapi.</p>
<p>“></p>
<p><strong>Outline Pembahasan:</strong></p>
<ol>
<li>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<ul>
<li>Pentingnya PKN di SMP Kelas 9 Semester 1</li>
<li>Tujuan artikel</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Topik 1: Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Bangsa</strong></p>
<ul>
<li>Konsep dasar: Makna, fungsi, dan nilai-nilai Pancasila</li>
<li>Contoh Soal 1: Makna sila Pancasila dalam kehidupan</li>
<li>Contoh Soal 2: Pancasila sebagai ideologi terbuka</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Topik 2: Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945</strong></p>
<ul>
<li>Konsep dasar: Sejarah pembentukan, isi pokok, dan pentingnya UUD NRI Tahun 1945</li>
<li>Contoh Soal 3: Peran UUD NRI Tahun 1945</li>
<li>Contoh Soal 4: Hak dan kewajiban negara dan warga negara menurut UUD NRI Tahun 1945</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Topik 3: Bhinneka Tunggal Ika</strong></p>
<ul>
<li>Konsep dasar: Arti, pentingnya, dan tantangan dalam mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika</li>
<li>Contoh Soal 5: Implementasi Bhinneka Tunggal Ika di masyarakat</li>
<li>Contoh Soal 6: Ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Topik 4: Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)</strong></p>
<ul>
<li>Konsep dasar: Konsep NKRI, kelebihan, dan upaya mempertahankan kedaulatan</li>
<li>Contoh Soal 7: Ciri-ciri negara kesatuan</li>
<li>Contoh Soal 8: Ancaman terhadap kedaulatan NKRI</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Topik 5: Sistem Pemerintahan Indonesia</strong></p>
<ul>
<li>Konsep dasar: Bentuk pemerintahan, sistem presidensial, dan lembaga-lembaga negara</li>
<li>Contoh Soal 9: Perbandingan sistem pemerintahan (jika relevan)</li>
<li>Contoh Soal 10: Fungsi lembaga-lembaga negara</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Tips Mengerjakan Soal PKN</strong></p>
<ul>
<li>Memahami konteks soal</li>
<li>Mengaitkan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945</li>
<li>Menggunakan penalaran logis</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<ul>
<li>Pentingnya terus belajar dan mengamalkan nilai-nilai PKN</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p><strong>1. Pendahuluan</strong></p>
<p>Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) di jenjang SMP Kelas 9 Semester 1 merupakan tahap krusial dalam pembentukan karakter dan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai kebangsaan, hukum, serta sistem pemerintahan Indonesia. Materi yang disajikan pada semester ini cenderung lebih mendalam dan kompleks dibandingkan semester sebelumnya, menuntut siswa untuk tidak hanya menghafal, tetapi juga mampu menganalisis, menginterpretasikan, dan mengaitkan konsep-konsep yang dipelajari dengan realitas kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Semester ini akan membawa siswa lebih dalam menjelajahi fondasi negara Indonesia, yaitu Pancasila, serta peraturan tertinggi yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Selain itu, siswa juga akan diperkenalkan pada konsep keberagaman bangsa yang terangkum dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, serta pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemahaman terhadap sistem pemerintahan yang berlaku juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kurikulum ini.</p>
<p>Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai jenis-jenis soal yang mungkin dihadapi siswa dalam ujian PKN SMP Kelas 9 Semester 1. Dengan menyajikan contoh soal yang beragam, disertai dengan penjelasan singkat mengenai konsep dasarnya, diharapkan siswa dapat lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi evaluasi pembelajaran.</p>
<p><strong>2. Topik 1: Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Bangsa</strong></p>
<p>Pancasila bukan sekadar rumusan lima sila, melainkan merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia, dasar negara, dan ideologi nasional yang mengatur segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Memahami makna setiap sila dan bagaimana nilai-nilainya terwujud dalam kehidupan sehari-hari adalah kunci utama dalam mempelajari topik ini. Pancasila juga dikenal sebagai ideologi terbuka, yang berarti ia mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.</p>
<ul>
<li>
<p><strong>Konsep Dasar:</strong> Pancasila terdiri dari lima sila: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Setiap sila memiliki makna mendalam yang mencerminkan cita-cita dan nilai luhur bangsa.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Contoh Soal 1:</strong><br />
Seorang siswa yang sedang belajar kelompok dengan teman-temannya yang berbeda agama, tetap saling menghargai pendapat masing-masing dan tidak memaksakan keyakinannya. Perilaku tersebut mencerminkan pengamalan nilai Pancasila, yaitu…<br />
A. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab<br />
B. Persatuan Indonesia<br />
C. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan<br />
D. Ketuhanan Yang Maha Esa</p>
<p><strong>Pembahasan:</strong> Soal ini menguji pemahaman siswa tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan saling menghargai dalam perbedaan agama, terutama dalam forum diskusi, secara langsung mencerminkan nilai toleransi dan penghormatan terhadap keyakinan orang lain, yang merupakan bagian dari pengamalan sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila pertama menekankan pentingnya kebebasan beragama dan berkeyakinan, serta kewajiban untuk saling menghormati antarumat beragama.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Contoh Soal 2:</strong><br />
Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki kemampuan untuk…<br />
A. Mengubah nilai-nilai dasarnya sesuai dengan tuntutan zaman<br />
B. Mempertahankan nilai-nilai dasarnya dan mampu berinteraksi dengan perkembangan zaman<br />
C. Diterapkan secara kaku tanpa mempertimbangkan konteks sosial<br />
D. Ditelan mentah-mentah tanpa perlu analisis kritis</p>
<p><strong>Pembahasan:</strong> Konsep ideologi terbuka berarti Pancasila bersifat dinamis, namun tetap berakar pada nilai-nilai fundamentalnya. Ideologi terbuka mampu menyerap pengaruh positif dari luar dan beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan esensi dan identitasnya. Pilihan B paling tepat menggambarkan sifat ideologi terbuka Pancasila. Pilihan A salah karena mengubah nilai dasar akan menghilangkan jati diri Pancasila. Pilihan C dan D menunjukkan pemahaman yang keliru tentang sifat terbuka.</p>
</li>
</ul>
<p><strong>3. Topik 2: Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945</strong></p>
<p>Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI Tahun 1945) adalah hukum dasar tertulis yang menjadi sumber hukum tertinggi di Indonesia. Dokumen ini mengatur bentuk negara, sistem pemerintahan, hak asasi manusia, serta kewajiban negara dan warga negara. Memahami sejarah pembentukannya, isi pokoknya, dan fungsinya sangat penting bagi setiap warga negara.</p>
<ul>
<li>
<p><strong>Konsep Dasar:</strong> UUD NRI Tahun 1945 merupakan konstitusi negara yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Dokumen ini terdiri dari Pembukaan dan Batang Tubuh yang terbagi lagi menjadi pasal-pasal. UUD NRI Tahun 1945 mengatur tentang berbagai aspek fundamental kenegaraan, termasuk sistem pemerintahan presidensial, pembagian kekuasaan, serta hak dan kewajiban warga negara.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Contoh Soal 3:</strong><br />
Salah satu fungsi UUD NRI Tahun 1945 bagi negara Indonesia adalah sebagai…<br />
A. Alat pemersatu bangsa dalam perbedaan<br />
B. Pedoman pelaksanaan pembangunan ekonomi<br />
C. Sumber hukum dan tata tertib tertinggi<br />
D. Sarana untuk mengefektifkan kebijakan luar negeri</p>
<p><strong>Pembahasan:</strong> UUD NRI Tahun 1945 berfungsi sebagai landasan hukum dan pedoman dalam penyelenggaraan negara. Ia menetapkan kerangka dasar bagi seluruh peraturan perundang-undangan di bawahnya, sehingga menjadikannya sumber hukum dan tata tertib tertinggi. Pilihan A, B, dan D merupakan aspek yang diatur dalam UUD NRI Tahun 1945, namun fungsi utamanya adalah sebagai sumber hukum tertinggi.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Contoh Soal 4:</strong><br />
Menurut UUD NRI Tahun 1945, setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Hak ini dijamin oleh negara dan tertuang dalam pasal…<br />
A. Pasal 27 ayat (1)<br />
B. Pasal 28H ayat (2)<br />
C. Pasal 30 ayat (1)<br />
D. Pasal 31 ayat (1)</p>
<p><strong>Pembahasan:</strong> Soal ini menguji pengetahuan siswa mengenai isi spesifik dari UUD NRI Tahun 1945 terkait hak-hak warga negara. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak merupakan hak fundamental yang dijamin oleh konstitusi. Pasal yang mengatur hal ini adalah Pasal 27 ayat (1). Siswa perlu memiliki pemahaman tentang pasal-pasal penting yang berkaitan dengan hak dan kewajiban.</p>
</li>
</ul>
<p><strong>4. Topik 3: Bhinneka Tunggal Ika</strong></p>
<p>Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman suku, budaya, agama, ras, dan bahasa. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu," menjadi perekat persatuan bangsa di tengah perbedaan tersebut. Memahami makna, pentingnya, serta tantangan dalam mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika sangat relevan untuk menjaga keharmonisan sosial.</p>
<ul>
<li>
<p><strong>Konsep Dasar:</strong> Bhinneka Tunggal Ika merupakan moto nasional Indonesia yang diambil dari bahasa Jawa Kuno. Semboyan ini mengajarkan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa meskipun memiliki perbedaan yang sangat beragam. Mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika berarti mampu hidup berdampingan secara harmonis, saling menghormati, dan menghargai perbedaan.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Contoh Soal 5:</strong><br />
Di sebuah desa terdapat masyarakat yang berasal dari berbagai suku bangsa dengan adat istiadat yang berbeda. Namun, mereka hidup rukun, saling membantu dalam kegiatan desa, dan merayakan hari besar keagamaan bersama-sama. Hal ini menunjukkan penerapan nilai…<br />
A. Gotong royong<br />
B. Musyawarah<br />
C. Bhinneka Tunggal Ika<br />
D. Keadilan</p>
<p><strong>Pembahasan:</strong> Soal ini meminta siswa untuk mengidentifikasi nilai yang tercermin dalam deskripsi masyarakat yang beragam namun hidup harmonis. Interaksi positif antarindividu dari berbagai suku dan budaya yang hidup rukun dan saling menghormati merupakan manifestasi dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Gotong royong, musyawarah, dan keadilan memang penting, namun konteks soal secara spesifik menyoroti keberagaman yang dipersatukan.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Contoh Soal 6:</strong><br />
Perbedaan pendapat yang tajam antar kelompok masyarakat yang kemudian menimbulkan permusuhan dan perpecahan dapat dianggap sebagai ancaman terhadap…<br />
A. Kedaulatan negara<br />
B. Persatuan dan kesatuan bangsa<br />
C. Sistem demokrasi<br />
D. Supremasi hukum</p>
<p><strong>Pembahasan:</strong> Ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa muncul ketika perbedaan yang seharusnya menjadi kekayaan justru menimbulkan konflik dan perpecahan. Permusuhan antar kelompok yang berakar pada perbedaan adalah bentuk disintegrasi sosial yang mengancam keutuhan bangsa. Soal ini menguji pemahaman siswa tentang apa yang dimaksud dengan ancaman terhadap persatuan dan kesatuan.</p>
</li>
</ul>
<p><strong>5. Topik 4: Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)</strong></p>
<p>Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah bentuk negara yang paling sesuai dengan kondisi geografis, sosial, dan budaya Indonesia. Konsep NKRI menekankan kesatuan wilayah, kedaulatan, dan pemerintahan. Memahami ciri-ciri NKRI, kelebihan, serta pentingnya upaya mempertahankan kedaulatan negara adalah esensial.</p>
<ul>
<li>
<p><strong>Konsep Dasar:</strong> NKRI adalah negara yang berbentuk kesatuan, di mana kekuasaan tertinggi berada pada pemerintah pusat. Konsep ini menolak federalisme dan menekankan keutuhan wilayah serta kesatuan bangsa. Kelebihan NKRI antara lain lebih mudah dalam pembangunan dan lebih kokoh dalam menghadapi ancaman.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Contoh Soal 7:</strong><br />
Salah satu ciri utama dari negara kesatuan adalah…<br />
A. Adanya dua tingkat pemerintahan yang berdaulat<br />
B. Kedaulatan negara dibagi antara pemerintah pusat dan daerah<br />
C. Pemerintah pusat memegang kekuasaan tertinggi<br />
D. Masing-masing daerah memiliki konstitusi sendiri</p>
<p><strong>Pembahasan:</strong> Soal ini menguji pemahaman siswa tentang karakteristik fundamental dari negara kesatuan. Dalam negara kesatuan, kekuasaan tertinggi berada di tangan pemerintah pusat, dan pemerintah daerah menjalankan kekuasaan berdasarkan delegasi dari pemerintah pusat. Pilihan C adalah jawaban yang paling akurat. Pilihan A dan D adalah ciri negara federal, sedangkan pilihan B menyalahartikan konsep pembagian kekuasaan.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Contoh Soal 8:</strong><br />
Upaya menjaga keutuhan NKRI dari ancaman disintegrasi dapat dilakukan dengan cara…<br />
A. Membiarkan segala perbedaan yang ada tanpa campur tangan pemerintah<br />
B. Meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara serta memperkuat persatuan<br />
C. Memprioritaskan kepentingan daerah di atas kepentingan nasional<br />
D. Mengabaikan nilai-nilai budaya lokal demi homogenitas</p>
<p><strong>Pembahasan:</strong> Menjaga keutuhan NKRI memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen bangsa. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya persatuan, memperkuat rasa kebangsaan, dan menghargai keragaman adalah cara-cara efektif untuk melawan ancaman disintegrasi. Pilihan B mencerminkan upaya yang konstruktif untuk mempertahankan NKRI. Pilihan A, C, dan D justru berpotensi menimbulkan masalah.</p>
</li>
</ul>
<p><strong>6. Topik 5: Sistem Pemerintahan Indonesia</strong></p>
<p>Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial, di mana presiden memegang kekuasaan eksekutif dan merupakan kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Pemahaman mengenai bentuk pemerintahan, sistem presidensial, serta fungsi dan peran lembaga-lembaga negara seperti MPR, DPR, DPD, presiden, wakil presiden, MA, MK, dan KY sangat penting.</p>
<ul>
<li>
<p><strong>Konsep Dasar:</strong> Sistem pemerintahan presidensial dicirikan oleh pemisahan kekuasaan antara eksekutif dan legislatif, di mana presiden dipilih langsung oleh rakyat dan bertanggung jawab kepada rakyat. Indonesia memiliki beberapa lembaga negara yang saling berinteraksi untuk menjalankan roda pemerintahan.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Contoh Soal 9:</strong><br />
Dalam sistem pemerintahan presidensial di Indonesia, Presiden bertanggung jawab kepada…<br />
A. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)<br />
B. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)<br />
C. Rakyat<br />
D. Mahkamah Konstitusi (MK)</p>
<p><strong>Pembahasan:</strong> Meskipun Presiden dipilih melalui pemilihan umum dan bertanggung jawab kepada rakyat, dalam konteks pertanggungjawaban konstitusional, Presiden yang dipilih melalui pemilihan umum di Indonesia bertanggung jawab kepada MPR sebagai lembaga yang melantik dan dapat memberhentikan Presiden jika terbukti melanggar sumpah jabatan atau melakukan pelanggaran hukum serius. Namun, dalam konteks praktik pemerintahan sehari-hari dan akuntabilitas, Presiden bertanggung jawab kepada rakyat. Dalam soal ini, jawaban yang paling tepat secara umum merujuk pada tanggung jawab akhir Presiden. (Catatan: Konteks soal bisa spesifik menanyakan pertanggungjawaban formal kepada MPR). <em>Dalam konteks umum, pilihan C adalah yang paling sering diajarkan.</em></p>
</li>
<li>
<p><strong>Contoh Soal 10:</strong><br />
Lembaga negara yang berwenang mengubah dan menetapkan undang-undang adalah…<br />
A. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)<br />
B. Presiden<br />
C. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)<br />
D. Mahkamah Agung (MA)</p>
<p><strong>Pembahasan:</strong> Kewenangan untuk membentuk undang-undang (legislasi) berada pada lembaga legislatif, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Presiden memiliki peran dalam proses legislasi, namun DPR adalah lembaga utama yang berwenang menetapkan undang-undang. DPD memiliki fungsi legislasi terkait otonomi daerah, dan MA serta MK memiliki fungsi yudikatif.</p>
</li>
</ul>
<p><strong>7. Tips Mengerjakan Soal PKN</strong></p>
<p>Mengerjakan soal PKN membutuhkan lebih dari sekadar hafalan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu siswa:</p>
<ul>
<li>
<p><strong>Pahami Konteks Soal:</strong> Bacalah soal dengan cermat dan identifikasi kata kunci yang menunjukkan topik atau konsep yang ditanyakan. Perhatikan apakah soal meminta definisi, contoh, perbandingan, atau analisis.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Kaitkan dengan Nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945:</strong> Sebagian besar soal PKN akan berkaitan erat dengan nilai-nilai Pancasila dan ketentuan dalam UUD NRI Tahun 1945. Cobalah untuk selalu mengaitkan jawaban Anda dengan prinsip-prinsip dasar ini.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Gunakan Penalaran Logis:</strong> Jangan ragu untuk menggunakan logika dan pengetahuan umum Anda untuk menjawab soal. PKN seringkali menguji kemampuan berpikir kritis dan analisis terhadap fenomena sosial, politik, dan hukum.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Perhatikan Pilihan Jawaban:</strong> Jika soal berbentuk pilihan ganda, bacalah semua pilihan jawaban sebelum menentukan pilihan. Kadang-kadang, ada pilihan yang terlihat benar tetapi kurang tepat dibandingkan pilihan lainnya.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Hafalkan Konsep Kunci:</strong> Pastikan Anda memahami definisi dan makna dari konsep-konsep penting seperti Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, serta fungsi lembaga-lembaga negara.</p>
</li>
</ul>
<p><strong>8. Penutup</strong></p>
<p>Memahami materi PKN SMP Kelas 9 Semester 1 bukan hanya tentang mempersiapkan diri menghadapi ujian, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai luhur bangsa agar tertanam kuat dalam diri setiap siswa. Dengan menguasai konsep-konsep yang telah dibahas dan berlatih mengerjakan berbagai jenis soal, siswa diharapkan dapat menjadi warga negara yang cerdas, bertanggung jawab, dan cinta tanah air. Teruslah belajar, berdiskusi, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.</p>
</div>
    
    
    
    
    <div class=

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *